Langsung ke konten utama

Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Campak Pada Anak


Blogkokom.com - Rubeola atau yang sering kita sebut dengan nama campak, merupakan sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus.

Berdasarkan dari hasil penelitian, campak pada anak itu disebabkan oleh serangan virus jenis paramyxovirus yang bisa menular melalui kontak langsung dengan si penderita atau lewat udara.

Pada umumnya, virus tersebut akan menyerang saluran pernafasan dan kemudian akan menjalar ke seluruh tubuh.

Gejala spesifik pada penyakit campak ini ditandai dengan adanya ruam di kulit berwarna merah kecoklatan, yang akan muncul sekitar tujuh hingga empat belas hari setelah paparan dan bisa bertahan hingga 10 hari.

Pada anak-anak, biasanya penyakit tersebut akan menyebabkan komplikasi serius yang cukup mematikan apabila tidak segera ditangani dokter.

Maka dari itu, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter terdekat ketika si buah hati mengalami penyakit campak.

Seberapa Umumkah Penyakit Campak?


Menurut informasi yang di dapat, penyakit campak tersebut kerap dialami oleh anak-anak. Kendati demikian, penyakit campak ini juga bisa menyerang siapa saja termasuk orang dewasa yang belum pernah mengalami campak ketika masih anak-anak.

Lantas, Seperti Apakah Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Campak?


Biasanya, gejala penyakit campak ini akan terjadi sekitar satu hingga dua minggu setelah si penderita terinfeksi virus.

Gejala campak yang paling awal muncul, yakni berupa demam tinggi yang disertai dengan mata merah + berair, bersin, batuk kering, sensitive terhadap cahaya, tubuh lelah, dan hilang nafsu makan.

Sekitar dua atau tiga hari setelah gejala awal campak tadi muncul, maka akan berlanjut dengan gejala lainnya seperti kemunculan bintik-bintik berwarna putih keabuan di bagian mulut dan tenggorokan.

Setelah itu, maka akan muncul ruam berwarna merah kecoklatan di sekitar telinga, kepala, leher, hingga menjalar ke seluruh tubuh.

Ruam tersebut akan muncul sekitar empat hari setelah gejala campak awal tersebut muncul, yang bisa bertahan selama 5 hingga 6 hari.

Sedangkan demam tinggi akibat penyakit campak, biasanya akan mereda pada hari ketiga sesudah ruam muncul.

Namun, kemungkinan juga ada ciri-ciri dan gejala campak lainnya yang bisa muncul. Dalam hal ini, sebaiknya kita langsung berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Orang-orang Yang Rentan Terkena Penyakit Campak


Anak-anak (Bayi & Balita)


Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa penyakit campak ini sering dialami oleh anak-anak. Ya, terang saja demikian, sebab bayi belum mempunyai system kekebalan tubuh yang kuat seperti orang dewasa.

Baca juga: Cara Akurat Menghitung Masa Subur Pria Dengan Kalkulator Masa Subur Pria

Belum Diimunisasi Campak


Apabila kamu belum pernah imunisasi campak, maka kemungkinan besar kamu akan terkena penyakit campak di kemudian hari.

Berpergian Ke Negara-negara Tertentu


Menurut informasi yang didapat, benua Afrika dan Asia merupakan yang paling tertinggi dalam kasus penularan penyakit campak lho!

Kurangnya Asupan Vitamin A


Faktor berikutnya yang bisa membuat kita rentan terhadap penyakit campak, yakni karena kekurangan asupan vitamin A.

Pengobatan Campak Yang Bisa Dilakukan Dirumah


  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Banyak istirahat dan hindari paparan sinar matahari selama mata masih sensitive terhadap cahaya
  • Minum obat penurun demam serta obat pereda rasa sakit.


Pada intinya, cara pencegahan yang paling efektif agar tidak tertular penyakit campak itu adalah dengan mendapatkan vaksinasi campak.

Jika pun anak bunda menderita campak, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

Baca juga: Cara Mengencangkan Payudara Secara Alami dan Aman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Tutorial Hijab Segi Empat Paling Hits Untuk Pesta Pernikahan

Inilah Manfaat Cek Darah Lengkap

6 Tips Merawat Tanaman Di Luar Ruangan

Setiap orang itu memiliki hobi yang berbeda-beda, salah satunya adalah hobi merawat tanaman. Perlu anda
ketahui bahwa tanaman dari segi perawatan itu ada 2 jenis, tanaman yang ada di dalam ruangan dan di luar
ruangan. Lalu bagaimana cara merawat tanaman yang berada di luar ruangan? Berikut 5 tips merawat tanaman
di dalam ruangan : 1. Pastikan Tanaman Bisa Mendapatkan Air yang CukupDalam merawat tanaman di luar ruangan seperti di taman atau halaman,tentunya anda akan sangat tergantung
pada elemen-elemen alami dan kondisi lingkungan yang ada disekitar tanaman tersebut. Maka dari itu, jumlah
penyiraman tanaman akan tergantung pada cuaca serta kondisi tanah di lingkungan anda tinggal. Biasanya
penyiraman dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu, baik secara manual maupun menggunakan sprinkler
(alat penyiram otomatis).
2. Pangkas Rumput Liar Yang Ada Di Area Tanaman Secara TeraturSeperti yang sudah diketahui bahwa rumput liar itu bisa berkembang biak dengan cepat serta bisa merusak
keindah…